Pengertian
Hakikat Bahasa
A.
Defenisi bahasa
Dalam KBBI
bahasa merupakan system lambing bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh
anggota suatu masyarakat utnuk bekerja sama, berintraksi, dan
mengidentifikasikan diri.
B.
Hakikat Bahasa
Hakikat Bahasa
adalah sebuah sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota
suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan
berinteraksi antar sesamanya. Di dalamlinguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa.
Rumusan-rumusan itu dapat dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri
yang merupakan hakekat bahasa
Adapun cir-ciri hakikat bahasa
1.
Bahasa merupakan
bunyi
kata
apa, kabar dan yang lainnya memiliki bagian-bagian lagi. Kata apa dibentuk oleh
/a/, /p/, /a/ ; kata kabar dibentuk oleh /k/, /a/,/b/,/a/,/r/. Bagian-bagian
ini pun memiliki pola dan sususnan tersendiri. Hal ini bahwa bahasa merupakan
sistem. Artinya bahasa dibentuk oleh bagian-bagian yang berpola,
bagian-bagian itu tidak dapat disusun secara sembarangan karena memiliki
aturan-aturan tersendiri.oleh karena itu,muncul sejumlah ilmu yang berkaitan
dengan aturan-aturan tersebut, yakni sbb :
a.
Fonologi, ilmu yang mempelajari ilmu
bahasa.
b.
Morfologi, ilmu yang mempelajari ilmu bahasa.
c.
Sintaksis, ilmu yang mempelajari
penyusunan kalimat.
d.
Semantik, ilmu yang mempelajari
pembentukan kata.
2.
BAHASA
SEBAGAI LAMBANG
Sebagai
contoh, turunnya air dilambangkan /hujan/. Hubungan antara benda dengan simbolnya
itu tidak mutlak. Bahasa sebagai lambang bersifat arbitter, artinya tidak ada
hubungan langsung yg bersifat wajib antara lambang dengan yang
dilambangkannya. Tidak seperti hubungan antara asap dan api, kalau ada asap
pasti ada api. Tidak pula seperti hubungan antara panasnya badan seseorang
dengan penyakit yang dideritanya. Hubungan seperti itu bersifat kuasalitas.
3.
BAHASA
ADALAH BUNYI
Bahasa
dilambangkan dengan bunyi, yakni jenis suara yang dihasilkan oleh alat ucap
mansia. Dengan demikian, suara yang tidak dihasilkan alat ucap manusia, seperti
bersin/batuk bukan bahasa. Bunyi juga dilambangkan dalam bentuk tulisan yang dikenal
sebagai huruf. Dalam bahasa indonesia, satu bunyi dilambangkan oleh satu huruf,
kecuali /kh/, /ng/, /ny/, /sy/ masing-masing dihitung satu bunyi (Fenom), namun
diwakili dua huruf. Selain itu, bunyi ada juga yang dilambangkan dengan huruf
yang berbeda, bunyi yang dimaksud adalah /k/ dilambangkan pula oleh /q/ dan
bunyi /f/ dilambangkan pula oleh/v/.
4.
BAHASA ITU
BERMAKNA
Bahasa
juga mengandung makna. Hubungan satuan bahasa dengan maknanya itu tidak selalu
tetap. Maknanya mungkin mengalami pergeseran, penambahan,penyempitan/perluasan.Contoh:
a)
Ami sedang menulis pengalaman
dibuku yang dibelinya.
b)
Tigor asik sekali membaca buku
tentang sejarah perkembangan sastra diIndonesia.
Maksud buku dalam kedua kalimat itu berbeda. Pada kalimat (a) buku yang dimaksud “buku tulis” sedangkan pada kalimat (b) bermakna “buku teks bacaan”.
Maksud buku dalam kedua kalimat itu berbeda. Pada kalimat (a) buku yang dimaksud “buku tulis” sedangkan pada kalimat (b) bermakna “buku teks bacaan”.
5.
BAHASA ITU
ARBITER
Arbiter artinya sembarang, sewenang-wenang, mana suka,
selalu berubah-ubah. Tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan
konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut. Sebagai contoh, hewan
yang suaranya mengaum tidak harus dinamai harimau. Oleh karena itu, hewan
tersebut memiliki nama yang “suka-suka”.
6.
BAHASA ITU
KONVESIONAL
Disamping bersifat arbiter, bahasa itu pun merupakan hasil
konvensi/kesepakatan masyarakaat penggunanya. Konvensi yang berlaku pada suatu
kelompok pemakai bahasa dituangkan dalam bentuk aturan-aturan bahasa.
Aturan-aturan itulah yang kemudian dikenal dengan istilah tata bahasa. Dengan
mempelajari tata bahasa itulah kita dapat mengetahui aturan-aturan yang berlaku
dalam suatu bahasa, kita juga diharapkan mampu menggunakannya secara baik dan
benar.
7.
BAHASA ITU
PRODUKTIF
Sifat
produktif pada sistem bahasa adalah dengan satuan yang terbatas, dao\pat
dikreasikan bentukan yang tak terbatas. Contohnya, unyi atau huruf /a,/i,/r/
selain kata air, bunyi-bunyian itu bisa dibentuk menjadi ria dan rai.
Dengan sifatnya yang seperti itu, variasi-variasi yang bisa kita bentuk dari
bunyi ataupun kata-kata yang ada menjadi tidak terhingga. Namun, bentukan-bentukan
baru itu tetap terikat oleh struktur atau pola-pola yang ada. Kita dapat
membuat bentukan-bentukan baru itu sepanjang Masih sesuai dengan konvensi
berbahasa yang berlaku dimasyarakaat pemakainya.
8.
BAHASA ITU UNIK
Setiap
bahasa memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Sebagai contoh, bahasa
jawa memiliki kekhasan yang tidak dimiliki bahasa sunda. Bahasa inggris berbeda
pula dengan bahasa prancis dan bahasa arab. Keunikan-keunikan itu,terkait
dengan kreatifitas pemakainya dan fleksibelitas yang menjadi karakteristik
bahasanya. Adapun keunikan suku bahasa, dapat diketahui secara Melalui kamus
dan tata bahasa yang berlaku pada bahasa itu
9.
BAHASA ITU
UNIVERSAL
Tiap bahasa dibentuk oleh vikal dan konsonan ciri ini
menandai bahas yang dipakai diseluruh dunia. Akan tetapi, vokal dan konsonan
pada suatu pada setiap bahasa itu memiliki kekhasan masing-masing
baik itu jumlah atau variasinya. Contohnya, bahasa indonesia memiliki 5 vokal
dan 21 konsonan : bahasa inggris memiliki 16 vokal termasuk iftong serta 16
konsonan.
10. BAHASA ITU DINAMIS
Penyebab terjadinya perkembangan bahasa antara lain berupa
kontak antara bahasa yang satu dengan yang lainnya atau lebih sehingga
membentuk variasi bahasa baru. Perkembangan bahasa juga disebabkan oleh
perkembangan pengetahuan dan teknologi sehingga masyarakaat pemakainya
memandang perlu menggunakan kosa kata baru dengan makna yang baru pula. Contoh,
seiring perkembangan media sosial, sekarang dikenal dengan sebutan selfie,
unggah, update status dan sejenisnya.
11. BAHASA ITU UNIVERSAL
Variasi bahasa dikelompokan kedalam beberapa macam yakni
ideolek, dialek, kronolek, dan ragam.
a)
Ideolek adalah variasi bahasa yang
bersifat perseorang, setiap orang memiliki gaya masing-masing ketika berbahasa.
Hal itu seperti yang tampak pada tokoh-tokoh nasional. Gaya bicara presideb
Suharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurahman wahid, megawati ataupun presiden susilo
bambang yudhoyono mereka memiliki gaya masing- masing.
b)
Dialek adalah variasi bahasa yang
digunakan oleh sekelompok masyarakat pada tempat tertentu. Misalnya, dalam
bahasa jawa dikenal adanya dialek cirebon, dialek banyumas. Adapun dalam bahasa
sunda ada dialek cianjur, ciamis, dan sebagainya.
c)
Kronolek adalah variasi bahasa yang
terjadi karena perkembangan jaman. Sebagai contoh, variasi ini tampak pada
novel. Novel angkatan balai pustaka, pujangga baru, angkatan 45 ataupun
angkatan-angkatan berikutnya. Variasi-variasi bahasanya tampak pada pilihan
kata Dan pemaknaannya,
d)
Ragam merupakan variasi bahasa yang
dipengaruhi konteks pemakainya. Dalam hal ini, dikenal dengan adanya ragam
formal dan ragam santai. Adapula ragam bahasa lisan dan tertulis.
12. BAHASA ITU MANUSIAWI
Ciri khas manusia yang tidak dimiliki makhluk lainnya
terletak pada kemampuannya dalam berbahasa. Makhluk lain seperti hewan tidak
memiliki bahasa. Adapun suara-suara yang mereka hasilkan, lebih tepat disebut
bunyi.
Daftar pustaka
Arifin, Zainal E. 1985. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan
Tinggi. Jakarta: Antar Kota.
Badudu,
J.S.1985. Cakrawala Bahasa Indonesia I. Jakarta: Gramedia.
Badudu, J.S. 1994. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Bhrata Media.
