Senin, 27 Februari 2017

Pengertian Hakikat Bahasa



Pengertian Hakikat Bahasa

A.              Defenisi bahasa
Dalam KBBI bahasa merupakan system lambing bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat utnuk bekerja sama, berintraksi, dan mengidentifikasikan diri.
B.                 Hakikat Bahasa
Hakikat Bahasa adalah sebuah sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya. Di dalamlinguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu dapat dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat bahasa
Adapun cir-ciri hakikat bahasa
1.      Bahasa merupakan bunyi
kata apa, kabar dan yang lainnya memiliki bagian-bagian lagi. Kata apa dibentuk oleh /a/, /p/, /a/ ; kata kabar dibentuk oleh /k/, /a/,/b/,/a/,/r/. Bagian-bagian ini pun memiliki pola dan sususnan tersendiri. Hal ini bahwa bahasa merupakan sistem. Artinya  bahasa dibentuk oleh bagian-bagian yang  berpola, bagian-bagian itu tidak dapat disusun secara sembarangan karena memiliki aturan-aturan tersendiri.oleh karena itu,muncul sejumlah ilmu yang berkaitan dengan aturan-aturan tersebut, yakni sbb :
a.       Fonologi, ilmu yang mempelajari ilmu bahasa.
b.       Morfologi, ilmu yang mempelajari ilmu bahasa.
c.       Sintaksis, ilmu yang mempelajari penyusunan kalimat.
d.      Semantik, ilmu yang mempelajari pembentukan kata.
2.      BAHASA SEBAGAI LAMBANG
Sebagai contoh, turunnya air dilambangkan /hujan/. Hubungan antara benda dengan simbolnya itu tidak mutlak. Bahasa sebagai lambang bersifat arbitter, artinya tidak ada hubungan langsung yg bersifat  wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. Tidak seperti hubungan antara asap dan api, kalau ada asap pasti ada api. Tidak pula seperti hubungan antara panasnya badan seseorang dengan penyakit yang dideritanya. Hubungan seperti itu bersifat kuasalitas.
3.      BAHASA ADALAH BUNYI
Bahasa dilambangkan dengan bunyi, yakni jenis suara yang dihasilkan oleh alat ucap mansia. Dengan demikian, suara yang tidak dihasilkan alat ucap manusia, seperti bersin/batuk bukan bahasa. Bunyi juga dilambangkan dalam bentuk tulisan yang dikenal sebagai huruf. Dalam bahasa indonesia, satu bunyi dilambangkan oleh satu huruf, kecuali /kh/, /ng/, /ny/, /sy/ masing-masing dihitung satu bunyi (Fenom), namun diwakili dua huruf. Selain itu, bunyi ada juga yang dilambangkan dengan huruf yang berbeda, bunyi yang dimaksud adalah /k/ dilambangkan pula oleh /q/ dan bunyi /f/ dilambangkan pula oleh/v/.
4.      BAHASA ITU BERMAKNA
Bahasa juga mengandung makna. Hubungan satuan bahasa dengan maknanya itu tidak selalu tetap. Maknanya mungkin mengalami pergeseran, penambahan,penyempitan/perluasan.Contoh:
a)      Ami sedang menulis pengalaman dibuku  yang dibelinya.
b)      Tigor asik sekali membaca buku tentang sejarah perkembangan sastra diIndonesia.
Maksud buku dalam kedua kalimat itu berbeda. Pada kalimat (a) buku yang dimaksud “buku tulis” sedangkan pada kalimat (b) bermakna “buku teks bacaan”.
5.      BAHASA ITU ARBITER
Arbiter artinya sembarang, sewenang-wenang, mana suka, selalu berubah-ubah. Tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut. Sebagai contoh, hewan yang suaranya mengaum tidak harus dinamai harimau. Oleh karena itu, hewan tersebut memiliki nama yang “suka-suka”.
6.      BAHASA ITU KONVESIONAL
Disamping bersifat arbiter, bahasa itu pun merupakan hasil konvensi/kesepakatan masyarakaat penggunanya. Konvensi yang berlaku pada suatu kelompok pemakai bahasa dituangkan dalam bentuk aturan-aturan bahasa. Aturan-aturan itulah yang kemudian dikenal dengan istilah tata bahasa. Dengan mempelajari tata bahasa itulah kita dapat mengetahui aturan-aturan yang berlaku dalam suatu bahasa, kita juga diharapkan mampu menggunakannya secara baik dan benar.
7.      BAHASA ITU PRODUKTIF
Sifat produktif pada sistem bahasa adalah dengan satuan yang terbatas, dao\pat dikreasikan bentukan yang tak terbatas. Contohnya, unyi atau huruf /a,/i,/r/ selain kata air, bunyi-bunyian itu bisa dibentuk menjadi ria dan rai. Dengan sifatnya yang seperti itu, variasi-variasi yang bisa kita bentuk dari bunyi ataupun kata-kata yang ada menjadi tidak terhingga. Namun, bentukan-bentukan baru itu tetap terikat oleh struktur atau pola-pola yang ada. Kita dapat membuat bentukan-bentukan baru itu sepanjang Masih sesuai dengan konvensi berbahasa yang berlaku dimasyarakaat pemakainya.
8.       BAHASA ITU UNIK
Setiap bahasa memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Sebagai contoh, bahasa jawa memiliki kekhasan yang tidak dimiliki bahasa sunda. Bahasa inggris berbeda pula dengan bahasa prancis dan bahasa arab. Keunikan-keunikan itu,terkait dengan kreatifitas pemakainya dan fleksibelitas yang menjadi karakteristik bahasanya. Adapun keunikan suku bahasa, dapat diketahui secara Melalui kamus dan tata bahasa yang berlaku pada bahasa itu
9.      BAHASA ITU UNIVERSAL
Tiap bahasa dibentuk oleh vikal dan konsonan ciri ini menandai bahas yang dipakai diseluruh dunia. Akan tetapi, vokal dan konsonan pada suatu  pada setiap bahasa itu memiliki  kekhasan masing-masing baik itu jumlah atau variasinya. Contohnya, bahasa indonesia memiliki 5 vokal dan 21 konsonan : bahasa inggris memiliki 16 vokal termasuk iftong serta 16 konsonan.
10.  BAHASA ITU DINAMIS
Penyebab terjadinya perkembangan bahasa antara lain berupa kontak antara bahasa yang satu dengan yang lainnya atau lebih sehingga membentuk variasi bahasa baru. Perkembangan bahasa juga disebabkan oleh perkembangan pengetahuan dan teknologi sehingga masyarakaat pemakainya memandang perlu menggunakan kosa kata baru dengan makna yang baru pula. Contoh, seiring perkembangan media sosial, sekarang dikenal dengan sebutan selfie, unggah, update status dan sejenisnya.
11.  BAHASA ITU UNIVERSAL
Variasi bahasa dikelompokan kedalam beberapa macam yakni ideolek, dialek, kronolek, dan ragam.
a)      Ideolek adalah variasi bahasa yang bersifat perseorang, setiap orang memiliki gaya masing-masing ketika berbahasa. Hal itu seperti yang tampak pada tokoh-tokoh nasional. Gaya bicara presideb Suharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurahman wahid, megawati ataupun presiden susilo bambang yudhoyono mereka memiliki gaya masing- masing.
b)      Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok masyarakat pada tempat tertentu. Misalnya, dalam bahasa jawa dikenal adanya dialek cirebon, dialek banyumas. Adapun dalam bahasa sunda ada dialek cianjur, ciamis, dan sebagainya.
c)      Kronolek adalah variasi bahasa yang terjadi karena perkembangan jaman. Sebagai contoh, variasi ini tampak pada novel. Novel angkatan balai pustaka, pujangga baru, angkatan 45 ataupun angkatan-angkatan berikutnya. Variasi-variasi bahasanya tampak pada pilihan kata Dan pemaknaannya,
d)     Ragam merupakan variasi bahasa yang dipengaruhi konteks pemakainya. Dalam hal ini, dikenal dengan adanya ragam formal dan ragam santai. Adapula ragam bahasa lisan dan tertulis.
12.   BAHASA ITU MANUSIAWI
Ciri khas manusia yang tidak dimiliki makhluk lainnya terletak pada kemampuannya dalam berbahasa. Makhluk lain seperti hewan tidak memiliki bahasa. Adapun suara-suara yang mereka hasilkan, lebih tepat disebut bunyi.

                                                                    Daftar pustaka 
Arifin, Zainal E. 1985. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Antar Kota.

Badudu, J.S.1985. Cakrawala Bahasa Indonesia I. Jakarta: Gramedia. 

Badudu, J.S. 1994. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Bhrata Media.

Fungsi dan Ragam Bahasa



Fungsi dan ragam bahasa


A.              Defenisi Bahasa
Dalam KBBI bahasa merupakan system lambing bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat utnuk bekerja sama, berintraksi, dan mengidentifikasikan diri.
1.      Fungsi bahasa secara umum:
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
a.       Untuk tujuan praktis,yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b.      Untuk tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika
c.       Untuk tujuan kecendekiaan, iaitu sebagai alat pengajaran dan pemelajaran ilmu pengetahuan.
d.      Untuk tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskhah kuno, latar sejarah bahasa dan bangsa, budaya dan pengembangan bahasa.
2.      Fungsi Bahasa Indonesia
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
a)      Lambang kebangsaan.
b)      Lambang identitas nasional
c)      Alat penghubung antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya
d)     Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1)      Bahasa resmi kenegaraan
2)      Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3)      Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
4)      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.      Fungsi bahasa dalam masyarakat:
1.      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2.      Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3.      Alat mengidentifikasi diri.
B.   Ragam Bahasa
a.       Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan.
b.      Ragam Bahasa
Bahasa mengalami perubahan seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000). Bahasa Indonesia memang banyak ragamnya. Hal Ini karena bahasa Indonesia sangat luas pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan dengan keperluannya, apapun latar belakangnya.
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
C.  Macam-macam ragam bahasa :
1.      Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.      Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.      Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.      Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.      Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.      Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.      Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
8.      Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.      Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
10.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
           
Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
                        Berdasarkan pokok pembicaraan :
1)      Ragam bahasa undang-undang
2)      Ragam bahasa jurnalistik\
3)      Ragam bahasa ilmiah
4)      Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan :
                        Ragam lisan yang antara lain meliputi:
1)      Ragam bahasa cakapan
2)      Ragam bahasa pidato
3)      Ragam bahasa kuliah
4)      Ragam bahasa panggung
D.  Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1)      Adanya lawan bicara 
2)      Terikat waktu dan ruang
3)      Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
4)      Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap
E.   Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1)      Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
2)      Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
3)      Komunikasi resmi
4)      Wacana teknis
5)      Pembicaraan di depan khalayak ramai
6)      Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
       
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
1)      Ragam bahasa resmi
2)      Ragam bahasa akrab
3)      Ragam bahasa agak resmi
4)      Ragam bahasa santai, dan sebagainya


Daftar putaka
Indonesia, Jilid II, Tahun 1981, 17-24. Jakarta: Bhratera.
Rusyana, Y. 1984. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung: Dipenogoro.
Tasai, S. Amran dan E. Zaenal Arifin. 2000. Cermat Berbahasa Indonesia  untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:  Akademika Pressindo.